Join :
Citizen/Kirim Berita:

NEWS DAILY

NEWS DAILY

Behind The News — Copyright © 2014. Powered Atjehcyber .Inc

Follow us:
Follow Us:
Kirim Berita :
/* REDIRECT ----------------------------------------------- ----------------------------------------------- */


Konflik bersenjata antara Israel dan Hamas dijalur Gaza berhasil diabadikan melalui sebuah foto dari luar angkasa.

Seorang astronot asal Jerman yang berada di atas kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station, ISS) mengaku telah melihat baku tembak antara Israel dan Hamas pada Rabu (23/7) malam dan mengabadikan gambar peristiwa itu. Demikian seperti dikutip kantor berita resmi Israel, Haaretz, Sabtu (26/7).

Alexander Gerst kemudian mengunggah dua foto baku tembak itu di akun twitter pribadinya @Astro_Alex. Dua gambar itu ia ambil dari ketinggian lebih dari 200 mil di atas Bumi, tepat saat stasiun ruang angkasa terbang di atas wilayah Israel dan Gaza.

Semburan garis ringan dan cerah, serta kumpulan cahaya kuning nampak dalam poto tersebut. Semburan garis merupakan tanda adanya luncuran roket. sementara gumpalan cahaya kuning pertanda ledakan roket terjadi di beberapa titik. (*jpnn)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Dua pemain profesional Liga Primer Inggris; Joey Barton dan Yossi Benayoun, Jumat (25/7) terlibat perang di Twitter.

Barton, gelandang Queens Park Rangers (QPR) dengan 2,6 juta pengikut, menyampaikan opininya tentang 18 hari pembantaian Israel di Jalur Gaza.

"Serangan terhadap sekolah di Beit Hanoun sangat keji. #StopKillingChildrenInGaza," tulis Barton.

"Jika bukan Israel, atau negara lain, Barat akan campur tangan. Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin semua diam melihat anak-anak dibantai....." Barton menulis lagi.

"The attack on the school in Beit Hanoun is deplorable. (Serangan terhadap sekolah di Kota Beit Hanoun adalah tindakan tercela). #StopKillingChildrenInGaza," katanya.

Belum puas menulis dua opini pendek, Barton berkicau lagi; "Apakah Tuhan berpihak dan lebih suka menyaksikan semua ini? Atau semua ini bagian dari rencanaNya?"

"PBB coba mengevakuasi sekolah. Tidak diberikan. Hasilnya, anak-anak mati."

Kicauan beruntun Barton mengganggu Yossi Benayoun, mantan pemain Liverpool dan Chelsea. Benayoun adalah Yahudi, dan warga Israel. Ia kini bermain untuk Maccabi Haifa.

Pekan ini, Maccabi Haifa menghadapi LOSC Lille, klub Ligue 1 Prancis, tapi laga dibatalkan karena serbuah demonstran pro-Palestina ke lapangan dan menyerang pemain. Benayoun salah satu yang terkena serangan. (*

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Palestina akhrinya telah resmi mengadukan Israel ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Gaza.

Menteri Kehakiman Palestina Saleem Al-Saqqa dan jaksa penuntut umum di Gaza Ismail Jabr menyampaikan pengaduannya melalui pengacara berkantor di Paris, Prancis pada Jumat, 25 Juli 2014.

Langkah mengadu ke Mahkamah Internasional setelah pertempuran berlangsung selama 18 hari antara Hamas dan Israel yang menewaskan lebih dari 800 warga Palestina dan 35 warga Israel.

Selain menuding Israel melakukan kejahatan perang, Palestina juga melaporkan Israel melakukan kejahatan apartheid, menyerang warga sipil, melakukan pembunuhan massal, dan kolonialisasi.

Untuk memproses pengaduan pejabat Palestina itu, Mahkamah Internasional harus terlebih dahulu memastikan apakah lembaga ini punya juridiksi terhadap Palestina. Pasalnya, Palestina bukan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, melainkan sebagai berstatus sebagai negara pengamat pada tahun 2012.

Dengan situasi demikian, menurut Kepala penuntut di Mahkamah Internasional, pejabat Palestina itu harus ke pengadilan untuk menandatangani pengaduan itu.

"Kami sedang bekerja untuk terjadinya perdamaian selama tujuh hari sebagai gencatan senjata untuk kemanusiaan, menghormati Idul Fitri. Selanjutnya mampu mengajak masyarakat bersama-sama bekerja mewujudkan gencatan senjata yang bersifat jangka panjang," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di Kairo, Mesir seperti dilansir Reuters, Sabtu, 26 Juli 2014.

FOX NEWS | REUTERS

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selama 21 hari rasanya bagai neraka bagi rakyat Gaza, Palestina. Penjajah Zionis berturut-turut terus melancarkan pembantaian dan agresi besar-besaran di Jalur Gaza.

Sebanyak 1.049 warga Palestina telah gugur yang sebagian besarnya anak-anak dan wanita dan lebih dari lebih dari 6000 lainnya luka-luka. Sementara itu sudah belasan ribu rumah warga hancur oleh bom bardir pasukan Zionis.

Angka tersebut terungkap di tengah gencatan senjata selama 12 jam, kesempatan yang digunakan warga Gaza untuk mengumpulkan perbekalan yang masih bisa diselamatkan, juga mengambil jasad-jasad yang terkubur di dalam reruntuhan.

Puluhan jasad diangkat dari area yang sebelumnya tak bisa diakses akibat gempuran Israel, sejak gencatan dimulai pukul 08.00 waktu setempat.

Di sisi lain, sebanyak 39 korban jiwa jatuh dari pihak Israel. Mayoritas adalah tentara -- yang tewas di tengah invasi darat negeri zionis.


Militer Israel, yang dilengkapi persenjataan canggih, mengatakan akan terus mencari dan menetralisasi terowongan Hamas selama jeda gencatan senjata. Negeri zionis membabi buta menyerang Gaza dengan alasan menghentikan tembakan roket Hamas ke wilayahnya.

Lantas, di mana keberpihakan dunia internasional pada para korban sipil?

Sementara itu sebaliknya perlawanan Palestina, khususnya Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Hamas, terus melancarkan aksi balasan dengan menggempur kota-kota Zionis.

Untuk pertama kalinya Brigade al Qassam berhasil menggempur kota Haifa Zionis dengan sejumlah roket jenis R160, menggempur Jerusalem dengan roket jenis M75. Bahkan roket-roket al Qassam mampu menjangkau jarak dan kota-kota Zionis yang sebelumnya belum pernah dijangkau oleh roket perlawanan.


Dan untuk pertama kalinya juga Brigade al Qassam berhasil menggempur kota nuklir Zionis “Dimona”, bandara militer Ramon. Roket-roket perlawanan juga mampu menjangkai wilayah Qisariyah di wilayah utara Palestina yang dijajah Zionis sejak tahun 1948 dan kawasan Laut Mati.

Pada hari Ahad (20/7) sayap militer Gerakan Hamas ini berhasil menculik dan menyandera serdadu Zionis Shaul Aron, prajurit bernomor identitas 6092065, dalam sebuah aksi yang dilakukan Brigade al Qassam di timur kampong at Tufah timur kota Gaza, di mana dalam aksi ni sebanyak 14 serdadu Zionis tewas termasuk komandan Batalyon Golani dan lebih dari 50 lainnya luka-luka.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sebuah surat datang dari Gaza, untuk dunia. Penulisnya yang emosional mengisahkan cerita duka akibat invasi darat: tubuh-tubuh yang terkoyak, bercucuran darah, menggigil, sekarat, dan akhirnya tewas.

Korbannya adalah rakyat Palestina dari segala usia, nyaris semuanya penduduk sipil yang tak punya dosa. Manusia -- ia tulis dengan huruf kapital -- sekali lagi diperlakukan seperti binatang. Oleh tentara (yang mengaku) paling bermoral di dunia, Israel.

Sang penulis menjadi saksi hidup orkestra mesin perang Israel, sebuah simfoni mengerikan salvo artileri dari kapal perang di ujung pantai, deru jet tempur F-16, suara drone yang bikin merinding, ditingkahi gemuruh Apache. Semua dibuat dan dibiayai Amerika Serikat -- sekutu abadi Tel Aviv.

Seruan pun ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama yang mendukung agresi itu, dengan alasan 'pembelaan diri' Israel dari roket Hamas.

“Mr Obama - apakah Anda punya hati?

Saya mengundang Anda, menghabiskan satu malam -- hanya semalam -- dengan kami di Shifa. Menyamar sebagai tukang bersih-bersih, mungkin.

Saya yakin, 100 persen, itu akan mengubah sejarah.

Tak seorang pun, yang punya hati dan kuasa yang bisa melalui malam di Shifa tanpa bertekad untuk mengakhiri pembantaian rakyat Palestina…

Tolong. Lakukan apa yang Anda bisa. Ini tak boleh dibiarkan."

Pengirimnya bukan orang Palestina, melainkan seorang dokter yang menjadi relawan di RS al-Shifa, Gaza. Namanya, Mads Gilbert, MD PhD.

Pria 67 tahun itu sudah berkali-kali mengabdi di Gaza, 17 tahun bolak-balik. Ia datang dari negara di mana rakyatnya menikmati kegembiraan dan kebebasan: Norwegia.

Gilbert mengaku kemanusiaan yang menuntunnya datang, tanpa bayaran. Ke wilayah tepian Laut Tengah di mana ia menjadi saksi dari sebuah ‘pembantaian’. Meski saudara sebangsanya menuduh kesaksiannya sebagai berita bohong.

Seperti halnya Rachel Corrie yang tewas karena menghadang buldozer Caterpillar D9R milik Israel yang akan menghancurkan permukiman rakyat Palestina. Gadis 23 tahun asal AS, beragama Kristen, itu dituding membela ‘teroris’.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Militer Zionis Israel, Sabtu (26/7) mengakui bahwa dua serdadunya tewas dalam operasi penyergapan yang dilakukan Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas, selatan Gaza.

Dalam keterangan persnya, Al-Qassam mengatakan, salah satu regunya berhasil melancarkan operasi penyergapan di wilayah timur laut Khanyunis hingga terjadi baku tembak dari jarak dekat antara pasukan infantri Zionis dengan Al-Qassam di wilayah Kesuvem.

Sementara itu, pasukan Zionis menembakan bom asap secara masiv untuk memberitahukan adanya tentara yang terluka dan tewas.

Sebagai mengisyaratkan, terdengar suara ledakan dan dentuman suara tank Merkava Zionis yang meledak, dekat benteng Anada di utara Gaza.

Jubir militer Israel mengumumkan, dua serdadunya tewas dalam pertempuran saat ini di Gaza. Sebelumnya mereka juga mengakui dua tentaranya telas tewas. Sementara kelompok perlawanan mengklaim banyak dari kalangan serdadu Zionis yang terluka dan tewas dalam pertempuran kemarin.

Dalam pertempuran yang terjadi kemarin malam, 35 serdadu Zionis terluka, tiga diantaraya parah, 13 sedang dan 19 lainya ringan.

Jubir militer Zionis dalam pernyataanya mengatakan, jumlah serdadu dan komandannya yang tewas dalam pertempuran kemarin mencapai puluhan personil. (*PIP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Simon Wiesenthal Center, organisasi Yahudi Amerika paling berpengaruh, mengecam karikatur animasi The Washington Post yang menggambarkan PM Israel Benjamin Netanyahu menyiksa bayi Palestina.

Kartun animasi diunggah di YouTube (klik di sini), dan dibuat oleh Ann Telnaes -- salah satu kartunis editorial surat kabar itu.

"Menjijikan, The Washington Post menyajikan kartun animasi yang jauh dari kebenaran," ujar Rabbi Abraham Cooper, pemimpin organisasi itu.

"Israel mengakui operasi militer mereka telah membawa korban anak-anak. Namun tentara Israel telah memperingatkan warga akan ada serangan," ujar Cooper.

"Jangan salahkan Israel. Salahkan pemimpin Hamas."

Ia juga mengatakan Israel sedih atas kematian anak Palestina di pantai Gaza, tapi jalan salahkan Israel. Salahkan Hamas. (*inl)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Di tengah kian buruknya sisi kehumasan (public relation/PR) Israel akibat serangan brutal dan pembantaian warga sipil Gaza, transportasi udara negara itu berpeluang lumpuh. Hal itu bisa terjadi bila Hamas mengintensifkan serangan roke mereka ke bandara-bandara Israel.

Buktinya, jangankan serangan roket masif, sebiji saja roket M75 Hamas jatuh di area Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, telah menimbulkan kegemparan di negara itu. Selasa (22/7) lalu, Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) mengatakan, pihaknya ‘sangat menganjurkan’ maskapai- maskapai penerbangan menahan penerbangan dari dan ke Tel Aviv.

”Semua operator (penerbangan) agar menghindari Tel Aviv sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi peringatan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa, seperti dikutip Reuters. Sebelumnya, organisasi sejenis di AS, Administrasi Penerbangan Federal (FAA)mengeluarkan larangan yang sama.

Tentu saja, jika kondisi utu berlarut-larut, Israel akan menemui persoalan serius. Hal itu bahkan telah diingatkan mantan Kepala Dinas Intelijen, Shin Bet, Avi Dichter. “Kemampuan roket Hamas sangat mengkhawatirkan. Sebuah roket sekali sepekan di Bandara Ben Gurion, cukup untuk membuat Israel jatuh, ” kata Dichter kepada Ynet, Rabu (23/7) lalu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang kuatir dengan kemungkinan lumpuhnya Bandara Ben Gurion itu telah mengimbau Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. VOA menulis, Netanyahu disebut-sebut meminta FAA segera mencabut larangan terbang ke Tel Aviv tersebut.

Namun, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, justru mengatakan, larangan terbang ke Tel Aviv itu semata-mata untuk menjamin keselamatan penumpang sipil.

Israel layak untuk terus memelihara kekuatiran mereka. Kini, Hamas tampaknya telah menyadari efektifnya serangan roket ke bandara-bandara Israel itu. Artinya, bukan tidak mungkin, ke depan cara itu akan digunakan lebih masif lagi.

"Ini sukses Hamas menutup udara Israel dari penerbangan sipil," ujar juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhi.

Bicara logistik roket, tampaknya Hamas tak punya persoalan berarti dalam soal pasokan. Selain M75, Hamas pun memiliki roket M-302 yang punya daya jelajah jauh ke dalam wilayah Israel. Isarel selama ini menuding, Hamas memiliki roket itu dari Suriah dan Iran.

Tentang M-302, IB Times pada Kamis (10/7) melansir artikel bahwa roket M-302 pertama kali dikembangkan militer Suriah. Namun, sudah lama roket jenis itu jadi mainan kelompok Hizbullah di Libanon dan Hamas, selain pasukan loyalis Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

M-302 telah lama membuat Israel repot. Para pejuang Hamas beberapa kali menembakkan roket tersebut ke wilayah pesisir Hadera, sekitar 30 km dari Tel Aviv, atau 70 km dari Jalur Gaza. Jangkauan roket itu memang menjanjikan.

Apalagi, tak tergantung pasokan roket jadi, analis militer Patrick Megahan meyakini, para pejuang Hamas saat ini telah mampu berswasembada roket.

”Hamas mampu memproduksi rudal secara mandiri,” kata Megahan, kepada NBC. (*inl)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Iran dilaporkan menawarkan bantuan militer untuk Hamas. Bantuan militer itu terutama pasokan roket untuk menghujani kota-kota Israel, langsung dari Gaza.

''Kita menyaksikan para pejuang Hamas di Gaza memiliki kemampuan tinggi dan dan mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri akan senjata,'' kata Juru Bicara Parlemen Iran, Ali Larijani.

Tetapi menurut Larijani, itu tidak menutup peluang bagi Iran untuk membantu pasokan senjata.

''Sesekali mereka membutuhkan senjata, dan kami akan memberikannya kepada mereka,'' kata Larijani.

Berkaitan dengan pemboman dan pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza, Larijani mengatakan, pada konflik sebelumnya, November 2012 lalu, Iran berbangga hati bisa memberikan dukungan keuangan dan militer untuk Hamas.

Sebelumnya, koran-koran Israel menuduh Iran telah memasok para pejuang Hamas di Gaza dengan roket Fajr-5 yang memiliki jangkauan hingga 75 kilometer untuk digunakan Hamas. Hamas disebut-sebut menembakkan roket jenis itu ke Tel Aviv dan Yerusalem.

Namun Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengatakan, senjata yang ditembakkan ke Israel itu bukan roket yang diberikan Iran.

“Itu teknologi mereka sendiri,” kata Jafari. (*inl)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Badan Penerbangan Federal AS, FAA membekukan seluruh jadwal penerbangan maskapai AS ke bandara internasional Ben Gurion, Israel demi keamanan.

USA Today melaporkan Selasa (22/7/2014) keputusan itu diambil setelah jatuhnya pesawat MSA di Ukraina yang menelan korban 298.

Tiga jam kemudian, Badan Keamanan Penerbangan Eropa juga menyarankan seluruh maskapai penerbangan untuk tidak terbang ke Tel Aviv. Serangan mortir dan roket gerilyawan Hamas beberapa kali mengenai sasaran di ibukota Tel Aviv, termasuk sejumlah lokasi dekat Bandara Ben Gurion.

Bahkan sebelumnya, sejumlah maskapai penerbangan dunia seperti Delta Airlines, US Airways juga menghentikan penerbangannya untuk waktu lama.

Sementara Delta Flight 468 dari Bandara John F. Kennedy, New York berhenti di Paris dan tak meneruskan perjalanan ke setelah ada laporan sebuah roket mendarat dekat Bandara Ben Gurion.

US Airways juga membatalkan penerbangan pesawat bernomor 796 di Philadelphia, padahal pesawat itu renananya terbang dari Los Angeles ke Tel Aviv. ‘’Kami bekukan penerbangan ke Tel Aviv demi keamanan penumpang,’’ tutur Jennifer Dohm, jurubicara United Airlines.

Canada dan seluruh negara Eropa juga melakukan hal yang sama. Scandinavian, Air France, Lufthansa, Austrian juga Air Berlin dan Germanwings membatalkan seluruh penerbangan pesawatnya ke Israel. (*USAtoday/inl)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Pemerintah Indonesia sekarang menambah daftar agama baru yang secara resmi diakui. Setelah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, pemerintah menyatakan bahwa Baha'i merupakan agama yang keberadaannya diakui konstitusi.

Hal itu diutarakan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin melalui akun Twitter, @lukmansaifuddin.

Politikus PPP tersebut menjelaskan alasan dan dasar pengakuan Baha'i sebagai agama yang diakui pemerintah dalam sejumlah kultwit di twitter:

1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha'i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha'i.

2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha'i

3. Selaku Menag saya menjawab, Baha'i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha'i"

4. Baha'i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha'i"

5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha'i"

6. Saya menyatakan bahwa Baha'i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha'i"

7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha'i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha'i"

8. ... yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha'i"

9. Saya berpendapat umat Baha'i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha'i"


Berpusat di Israel


Makam Sang Báb di Haifa, Israel
Agama Baha'i lahir di Persia (sekarang Iran) pada abad 19. Pendirinya bernama Bahá’u’lláh.

Pada tahun 1844 Sayyid ‘Alí Muhammad dari Shíráz, Iran, yang lebih dikenal dengan gelarnya Sang Báb mengumumkan bahwa dia adalah pembawa amanat baru dari Tuhan.

Pada tahun 1850 Sang Báb dihukum mati dan dieksekusi di kota Tabríz. Jenazahnya diambil oleh para pengikutnya secara diam-diam, dan akhirnya dibawa dari Iran ke Bukit Karmel di Israel dan dikuburkan di suatu tempat yang ditentukan oleh Bahá’u’lláh.

Makam Sang Báb kini menjadi tempat berziarah yang penting bagi umat Bahá’í. Begitu juga, House of Justice, tempat suci dan pusat agama Baha'i di Haifa, Israel.

Menurut The World Almanac and Book of Facts 2004, Kebanyakan penganut Bahá’í hidup di Asia (3,6 juta), Afrika (1,8 juta), dan Amerika Latin (900.000).

Menurut beberapa perkiraan, masyarakat Bahá’í yang terbesar di dunia adalah India, dengan 2,2 juta orang Bahá’í, kemudian Iran, dengan 350.000, dan Amerika Serikat, dengan 150.000.

Selain negara-negara itu, jumlah penganut sangat berbeda-beda. Pada saat ini, belum ada negara yang mayoritasnya beragama Bahá’í. Guyana adalah negara dengan persentase penduduk yang beragama Bahá’í yang paling besar (7,0%).


House of Justice, Haifa, Israel


Sudah Punya Website Resmi sejak 2011

Aliran Baha'i Indonesia ternyata memiliki situs resmi yang sudah ada Sejak tahun 2011. Berdasarkan penjelasan dari http://bahaiindonesia.org.

Dalam website ini juga terdapat kolom yang berjudul 'Baha'i percaya'. Kolom 'Baha'i percaya' berisikan empat point. Diantaranya Baha'i Percaya Pria dan wanita adalah sama, Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Semua agama berasal dari Tuhan.

Website ini tidak menjelaskan beberapa jumlah resmi pengikut aliran Baha'i yang ada di Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Mendengar suara azan di tempat umum seperti tempat perbelanjaan adalah hal umum di negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tapi tidak bagi bocah kecil berwajah cantik ini. Kebetulan ia mendengarnya di sebuah mal di Turki.

Bagi bocah asal Amerika Serikat ini kumandang Azan mungkin terdengar tak lazim. Reaksinya membuat kedua orangtuanya tertawa melihat tingkah sang buah hati. Takjub, celingukan, mendengar suara azan.

Seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (25/7/2014), video bocah perempuan cantik berdurasi 2.47 menit itu populer di internet.

Dalam video yang sudah tersebar di dunia maya, termasuk di YouTube, bocah itu terlihat terperanjat saat suara 'Allahu Akbar... Allahu Akbar' menggema di mal tempatnya berbelanja. Lalu ia pun mondar-mandir mencari asal suara yang baru pertama kali didengarnya itu.

Dalam video, bocah sibuk mencari asal suara dan bertanya pada orangtuanya tentang suara unik yang ia dengar.

"Suara apakah itu," tanya dia.

"Itu suara panggilan umat muslim untuk shalat," jelas kedua orangtuanya.

"Shalat?" tanya bocah berambut bob itu kebingungan.

Sejak diposting pada 17 Juli hingga Jumat (25/7/2014) ini, video berjudul 'Hayatında İlk Defa Ezan Sesi Duyan Amerikalı Minik Kız Çocuğu' itu sudah 1.189.783 kali dilihat.

Berikut Video:



DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Seorang rabbi Yahudi di Israel mengeluarkan putusan agama atau fatwa untuk menyikapi perang Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Fatwa rabbi itu menyatakan, Israel berhak menghancurkan Gaza.

Fatwa itu dikeluarkan rabbi Dvor Lior. Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin agama ekstrem kanan Yahudi di Israel.

Lior menyatakan, setiap perang di mana orang-orang Yahudi berada di bawah serangan, maka mereka secara diperbolehkan untuk melawan terhadap bangsa yang menyerang itu.

”Dalam situasi perang, bangsa (Israel) diperbolehkan untuk menghukum penduduk musuh dengan cara apa pun yang dianggap tepat. Seperti memblokir pasokan bantuan atau listrik,” tulis Lior yang dilansir Deutsche Welle, semalam (23/7/2014).

“Mungkin juga bom untuk seluruh daerah berdasarkan penilaian dari Menteri Pertahanan, dan tidak ceroboh menempatkan tentara (Israel) dalam risiko. “Langkah-langkah pencegahan untuk membasmi musuh diperbolehkan,” lanjut Lior.

Lior adalah pendukung setia dari kelompok pro pembangunan permukiman Yahudi di semua tanah antara wilayah Yordania dan Mediterania. Dia menganggap semua tanah itu milik warga Yahudi, dan warga Palestina tidak berhak untuk tinggal di sana.

”Semua orang-orang yang percaya pada Taurat tahu, bahwa tanah ini dijanjikan semata-mata untuk orang-orang ini (Yahudi). Tidak ada ruang untuk entitas nasional lain di tempat ini. Tidak pernah ini menjadi milik orang lain. Ini eksklusif milik warga Yahudi,” imbu Lior.

Namun, fatwa Lior itu ditentang politisi Israel sayap kiri, Mertz Zahava Gal-On. Politisi Israel itu meminta Jaksa Agung, Yehuda Weinstein, untuk menyelidiki pemimpin Yahudi ekstrem itu.

“Komentar rasis rabbi Dov Lior ini menghilangkan hak perlindungan warga demi untuk sebuah kebebasan berekspresi. Pernyataan ini mengikuti komentar rasisnya yang pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Gal-On.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Hamas akhirnya mendapatkan restu dari presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk melalukan perlawanan terhadap Israel. Menurut Abbas, Hamas berhak untuk melawan, karena Hamas dirugikan.

“Izin untuk melakukan perlawanan telah diberikan kepada mereka yang sedang berjuang. Mereka adalah pihak yang dirugikan, oleh karena itu mereka pantas untuk melawan baik. Saya yakin Allah akan membantu mereka untuk memenangkan pertempuran ini,” ungkap Abbas.

Melansir Wafa, Kamis (24/7/2014), dirinya sadar, bahwa kelompok yang saat ini berjuang di Gaza tidak memiliki perlengkapan militer sebesar Israel. Namun, dirinya yakin kekuatan hati dan mental mereka jauh lebih besar dari yang dimiliki pasukan Israel.

“Kami memiliki kekuatan berdasarkan kebenaran dan keadilan. Kami adalah pemilik tanah ini dan kami berhak atasnya, tidak ada satupun kekuatan di dunia yang dapat merubahnya,” Abbas menambahkan.

Abbas juga menegaskan, ia beserta seluruh rakyat Palestina, khususnya Gaza akan bangkit walaupun Israel telah menghancurkan segala yang dimili rakyat Gaza. Dia yakin, Palestina telah ditakdirkan untuk memenangkan pertempuran ini.

“Kami akan membangun kembali apa yang telah dihancurkan Israel dan kami akan terus mengobati luka kami sampai kemenangan tak terelakkan kami tiba dan bendera Palestina berkibar di Yerusalem di antara Masjid Aqsa dan Makam Suci,” ucapnya. (*SND/wafa)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Serangan membabi buta yang dilakukan oleh militer Israel semakin menambah parah penderitaan rakyat Gaza. Total hingga hari ini jumlah korban jiwa di Gaza menyentuh angka 800 jiwa dan ribuan lainnya menderita luka-luka.

Melansir Maan News, Kamis (24/7/2014), menanggapi hal itu Khaled Mashaal, Kepala Biro Politik Hamas menantang Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon untuk datang dan melihat langsung situasi di Gaza.

“Kami kami mendesak Sekjen PBB untuk datang langsung ke Gaza, sehingga dia bisa melihat penderitaan yang dialami rakyat gaza, agar dia bisa melihat efek yang ditimbulkan oleh serangan Israel,” ungkap Mashaal.

“Segala hal yang ada di Gaza telah hancur, air bersih sulit ditemukan di sana, tidak ada pasokan listrik, obat-obatan sangat langka, tidak ada bahan bakar dan mereka di sana kesulitan untuk mendatkan bahan makanan,” Mashaal menambahkan.

Dirinya juga menolak permintaan dari pihak Uni Eropa (UE), dimana 28 Menteri Luar Negeri UE meminta Hamas untuk melucuti senjata mereka dan menerima proposal gencatan senjata untuk mengakhiri konflik di sana.

“Tidak ada yang bisa melucuti kami, ini adalah bentuk perlawanan kami. Hamas tidak akan menerima usulan apapun bila mereka (Israel) tidak bersedia untuk mencabut blokade dan mengentikan penyerangan di Gaza,” ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Menlu AS John Kerry mengatakan kini Israel harus tahu diri, bahwa Hamas tidak lagi diperkuat prajurit amatiran seperti tahun 2008.

"Sejauh ini, Israel tidak berhasil melumpuhkan Hamas," ujar Kerry, dalam wawancara dengan CNN.

"Hamas menggunakan terowongan untuk menyergap dan menangkap tentara dan menembakan roket ke Israel."

Menurut Kerry, Hamas dan faksi-fasi militernya seolah menemukan cara baru mengatasi Israel ketika melihat pasukan zionis mengubah taktik serangannya. Salah satunya, masih menurut Kerry, penggunaan roket jarak jauh dan pasukan Sniper.

"Seorang tentara Israel mengatakan Hamas sedang bertempur seperti Hizbullah tahun 1980-an dan 1990-an, atau perang Hizbullah-Israel di Lebanon tahun 2006," lanjut Kerry.


Perubahan ini terlihat di Shaja'ia. Israel menyerbu dengan taktik konvensional. Hamas meladeni dengan satu set ketrampilan, yang mungkin tidak pernah dibayangkan Israel.

"Tahun 2008, Hamas hanya pasukan yang suka berparade di jalan-jalan Gaza, tapi gagal menghentikan pasukan Israel," Kerry membandingkan.

"Hamas yang sekarang, dengan banyak sayap militernya, adalah pasukan dengan taktik komando. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan setiap jengkal wilayah Jalur Gaza."

Lebih dari itu, masih menurut Kerry, Hamas menyembunyikan profil-nya dengan tidak banyak berparade di jalan-jalan.

Sejumlah fakta memperlihatkan Israel membunuh warga sipil tak bersenjata (lihat video sniper Israel tembak Remaja Gaza) Hamas membunuh prajurit zionis dalam pertempuran.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Ismail Haniyeh, pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, megatakan Jalur Gaza akan menjadi kuburan serdadu Israel.

Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas paling terlatih, mengklaim telah membunuh 15 tentara Israel dalam pertempuran sepanjang Senin di sebelah timur Gaza City.

Tidak ada bantahan dari Israel. Beberapa televisi Israel sempat menayangkan serdadu Israel yang menggotong prajurit terluka.

Brigade Al-Qassam menjebak serdadu Israel dengan melepas tembakan ke Tel Aviv, Yavne, Gadara, Ashkelon, Ashdod, dan banyak tempat kota lainnya. Serdadu Israel bergerak ke wilayah peluncuran roket. Brigade Al-Qassam telah menunggu di lubang dan celah-celah.

Target lain Al-Qassam adalah menjebak tank Markava-4, namun tida ada klaim dari pihak Palestina berapa tank yang mereka lumpuhkan.

Ismail Haniyeh, pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, megatakan Jalur Gaza akan menjadi kuburan serdadu Israel yang melakukan pembantaian penduduk sipil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Lebih 50 mantan tentara Israel menolak panggilan kembali bertugas sebagai tentara cadangan, karena menyesal telah memainkan peran penting sebagai penindas Palestina.

"Kami menemukan pasukan yang beroperasi di wilayah pendudukan tidak sekadar menegakan mekanisme kontrol atas kehidupan Palestina," tulis seorang prajurit di salah satu situs online, dan dikutip Washington Post edisi Rabu (23/7) waktu setempat, atau Kamis (24/7) wIB.

"Kini, kami menolak berpartisipasi dalam tugas cadangan kami, dan mendukung semua yang menolak panggilan," lanjutnya prajurit itu lagi.

Komenar ini muncul ketika konflik di Gaza terus meningkat, dan Israel kian membabi buta menebar bom. PM Benjamin Netanyahu memang telah memperkirakan konflik akan lama, sehingga merasa perlu memobilisasi lebih banyak prajurit cadangan.

Tidak sekadar menulis di media sosial, 50 mantan prajurit ini juga membuat petisi. Dalam petisi disebutkan, militer memainkan peran sentral dalam setiap rencana aksi, yang menjelaskan tidak ada argumen nyata tentang solusi non-militer.

"Bagi kami, operasi militer saat ini dan cara militer mempengaruhi masyarakat Israel tidak bisa dipisahkan," demikian bunyi petisi itu.

Mereka juga menentang wajib militer, karena perempuan hanya diberi posisi sekretaris dengan pengkat rendah. Militer juga mendiskriminasi orang-orang Yahudi dari negara-negara Arab, sebut saja Yahudi Baghdadi.

Israel mewajibkan setiap remaja usia 18 tahun berugas di militer selama tiga tahun. Namun, ini tidak berlaku bagi siswa seminari Yahudi Ultra-Orthodoks. Kelompok masyarakat yang tidak wajib adalah orang Arab di Israel, dan Druze. (*INL)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Brigade Al-Qassam menyatakan bertanggung jawab atas serangan dua roket M75 ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, ibu kota Israel. Sayap militer Hamas ini juga mengklaim telah menewaskan delapan serdadu Israel di Tuffah, dekat Gaza City.

Serangan ke Bandara Ben Gurion bertujuan mengisolasi Tel Aviv dari penerbangan internasional. Tujuan ini relatif berhasil ketika AS dan negara-negara Eropa menginstruksikan maskapainya untuk tidak terbang ke Tel Aviv. Belakangan, AS -- atas desakan Israel -- mencabut larangan terbang ke Tel Aviv.

Di Tuffah, Brigade Al Qassam terlibat pertempuran di puing-puing bangunan. Sumber di Al-Qassam mengatakan pejuang Palestina menghancurkan sebuah troopship dengan RPG-29.

Di Khan Younis, Brigade Al-Qassam menghadapi tank-tank Israel. Mereka menghancurkan sebuah tank dengan bom. Sedangkan di Beit Hanoun, Al-Qassam terlibat pertempuran sengit. Tidak ada saling klaim dalam pertempuran ini.

Sementara itu agresi brutal Israel menewaskan 740 warga sipil Palestina. Dalam sebuah serangan di sekolah PBB, Israel menewaskan tiga relawan kemanusiaan yang menjadi guru di sekolah itu. (*INL)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Dewan HAM PBB melakukan voting di Jenewa, Swiss untuk menyepakati sebuah resolusi yang mengutuk aksi serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Terdapat 29 negara, termasuk Indonesia yang menyetujui resolusi tersebut.

Dilansir Liputan6, Kamis (24/7/2014), 17 negara lainnya seperti Prancis, Jerman, Jepang dan Inggris tidak memberikan suara dalam voting tersebut. Dan hanya 1 negara yang menolak resolusi itu, yakni Amerika Serikat.

Untuk diketahui, Amerika Serikat bersama Israel beserta sekutu-sekutunya menganggap Hamas kelompok teroris.


Resolusi yang disepakati berisi seruan agar dunia internasional segera mengirimkan komisi penyelidik yang independen ke Gaza. Pengiriman itu dilakukan untuk menyelidiki terjadinya pelanggaran HAM dan hukum humaniter di wilayah tersebut.

Resolusi tersebut juga menekan Israel agar menghentikan serangannya ke wilayah Palestina. Hingga kini, lebih dari 680 warga Palestina tewas akibat serangan udara dan darat yang dilancarkan Israel ke sejumlah wilayah Gaza.

Sebagian besar korban dari pihak Palestina merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Sedangkan dari pihak Israel terdapat 34 warganya yang tewas akibat serangan roket Hamas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


Jutaan masyarakat India, terutama pemeluk Islam, marah setelah menyaksikan rekaman televisi yang memperlihatkan anggota parlemen dari Shiv Sena -- kelompok nasionalis Hindu radikal -- memaksa seorang Muslim yang berpuasa menyantap makanan.

Insiden terjadi pekan lalu di New Delhi, ketika sebelas anggota Shiv Sena berhadapan dengan Arshad Zubair -- pengawas katering di Maharashtra Sadan, demikian laporan surat kabar The Indian Express, Rabu (23/7).

Semula, anggota parlemen mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan di ruang tahu para pejabat negara bagian Maharashtra -- tempat basis massa Shiv Shena.

Rajan Baburao Vichare, anggota parlemen dari Shiv Sena, menemui pengawas katering. Ketika tahu sang pengawas adalah Muslim, Vichare mencoba memasukan roti ke mulut sang pengawas. Indiden itu terjadi di depan banyak orang dan direkam kamera televisi.

Vichare membela diri dengan mengatakan tidak sedang memaksa Zubair berbuka, tapi menunjukan bahwa roti yang disajikan terlalu keras.

General Manager perusahaan katering mengatakan Zubair sangat sedih dan sakit hati atas insiden itu, karena menyangkut sentimen keagamaan. Ia juga mengatakan para anggota parlemen berbaris ke ruang makan, dan di hadapan kru televisi mereka melempar barang-barang dapur.

"Mereka juga mengeluarkan ancaman fisik kepada staf pelayan dengan menggunakan bahasa yang tak pantas," ujar manajer itu dalam emailnya ke pemerintah Maharashtra, dan diperoleh The Indian Express.

Shiv Sena, sekutu Partai Bharatiya Janata, membangun reputasinya dengan membangkitkan sentimen keagamaan. Ia memblokir perayaan Valentine, dan memicu sentimen anti Muslim dan Kristen.

Insiden ini dipastikan akan menimbulkan sakit hati di kalangan Muslim India, terutama mereka yang menaruh harapan besar kepada PM Narendra Modi. (*inil)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Ketua Majelis Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) Navi Pillay mengatakan Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza.

"Ada kemungkinan kuat Israel melanggar hukum internasional, yang bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang," ujar Pillay, saat berbicara dalam sesi emergensi Gaza di gedung UNHCR.

Di Jalur Gaza, Israel terus menebar kematian dengan menjatuhkan lebih banyak bom sepanjang hari ke-16, Rabu (23/7).

Israel, menurut Pillay, mengabaikan proporsionalitas. Adalah benar masyarakat sipil Israel memiliki hak mendapatkan rasa aman dari negara, namun membunuh warga sipil lawan adalah kejahatan perang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Para pejuang Brigade al-Qassam menyatakan telah menembak jatuh pesawat F16 Israel dengan roketnya di langit Dier Balah, Gaza tengah. Penembakan ini dilakukan pada Selasa sore pukul 19.40 waktu setempat. Demikian lansir Miraj News.

Pernyataan tersebut disebarkan oleh media resmi al-Qassam dan sejumlah media lokal lainnya. Radio Al-Aqsa pun segera menyatakan bahwa otoritas pendudukan Israel juga telah mengakui bahwa F16 miliknya telah ditembak di Gaza.

Hingga kini, serangan Israel masih berlanjut di penjuru Jalur Gaza, khususnya di wilayah utara. Suara tank-tank dan pesawat tak berawak Israel pun masih terdengar sangat jelas. Namun, mereka mendapatkan perlawanan dari para pejuang Palestina.

Sementara itu, al-Qassam menyatakan mereka telah membunuh setidaknya 52 tentara Israel di sejumlah wilayah di perbatasan Gaza. Al-Qassam mengaku jumlah ini tidak termasuk para tentara yang dibunuh di tank-tank mereka dan di sejumlah operasi target militer lainnya.

Tak hanya itu, mereka juga mengkonfirmasi bahwa para tentara pendudukan Israel yang tewas berasal dari pasukan elit “Golani, Egooz, dan Paratrooper”. Serangan darat Hamas ke wilayah Israel merupakan perkembangan yang sangat signifikan dalam konflik ini.

Juru bicara Hamas, Fawzy Barhoum, mengatakan taktik ini telah mengejutkan para tentara Israel. “Israel harus mengganti rencananya. Kami telah menggagalkan perhitungan mereka,” katanya.

Brigade Al-Qassam juga mengumumkan pada Sabtu sore kemarin bahwa pembunuhan 11 tentara Israel dilakukan dalam dua operasi di Israel. Satu pejuang al-Qassam pun tewas dalam operasi ini.

Israel sendiri belum menanggapi pernyataan Hamas. Meskipun begitu, mereka juga menyatakan tewasnya dua prajurit Israel, termasuk seorang perwira senior berpangkat komandan jenderal.

Sementaara itu, ahli strategi militer Mesir, Jenderal Safwat El-Zayat mengatakan keputusan militer pendudukan Israel memulai serangan darat merupakan bukti nyata atas kegagalannya menekan pertahanan warga Palestina melalui operasi brutalnya yang hampir dilakukan dua pekan. (*miraj/rol)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
HEADLINES
→ Utama » Index »
→ News» Index »
→ Tech » Index »